Jumat, 08 Juli 2011

Yang Maha Miskin



Seorang guru bijaksana menulis tentang iri & cara mengatasinya. Tanpa menghilangkan ide besarnya, kucoba menggunakan bahasa sendiri dalam catatan kecilku agar mudah diingat-ingat.

“IRI” bisa dibedakan menjadi tiga jenis;

SATU: IRI SEMANGAT

Seseorang iri dengan orang lain sehingga orang itu ingin meniru, mengikuti & berusaha keras agar bisa seperti, atau malah lebih dari orang tersebut. Mungkin kadang jadi penjiplak, tapi jenis ini akan membuat dia seperti kelinci energizer, usaha tak kenal lelah. Iri ini bisa jadi pemicu semangat yang sangat efektif!

DUA: IRI SEKARAT

Seseorang iri dengan orang lain sehingga orang itu merasa rendah diri, pesimis, berprasangka buruk, menyalahkan siapa saja: diri sendiri, orang tersebut, nasib atau bahkan Tuhan. Kadang jenis ini juga disebut sirik, dah nggak bisa ngapa-ngapain tapi nggak punya jiwa besar untuk mengakui kekalahan. Kadang kasihan juga dengan penderita yang ini, tapi kalo tingkahnya emang nyebelin, orang kayak gini boleh kok kita sebut “Pecundang”.

TIGA: IRI PENJAHAT

Seseorang iri dengan orang lain sehingga orang itu ingin berusaha menghancurkan orang yang dia irikan, atau menghancurkan milik orang tersebut, dan kalo ternyata dia nggak bisa, maka dia akan mengganggu dan terus mengganggu, orang seperti ini juga mempunyai tenaga yang nggak ada habisnya. Dia merasa menderita dengan kebahagiaan yang dialami orang lain dan gembira bila orang lain itu lalu menderita. Dia kira keresahan hatinya akan terobati dengan memberi keresahan pada orang lain. Jauhilah orang seperti ini. Jangan takuti penjahat, takutilah kejahatan dalam hati mereka.

“IRI” juga bisa diatasi dengan tiga cara;

SATU: RENDAH HATI

Keberhasilan adalah 99% usaha 1% bakat + 0% keberuntungan. Jadi berusaha keras adalah mutlak perlu, alias harus. Semakin kita berusaha keras, proses akan membuat kita semakin kuat, tinggi & cemerlang. Memasang target akan menjadikan kita lebih terarah, tapi tercapai atau tidak itu hanyalah gambaran semu. Sebenarnya yang kita inginkan sudah kita dapatkan selama proses kita jalani. Toh diatas langit akan selalu ada langit. Yang akan menenggelamkan kita adalah menyerah dalam kekecewaan atau menunjukkan kesombongan. Yang akan mengangkat kita adalah menanamkan niat baik dan selalu rendah hati.

DUA: BERPIKIR LOGIS

Kita boleh bermimpi tapi jangan berkhayal. Contoh sederhana: Kamu ingin punya wajah indo. Terus usahanya apa? Misal kamu balik ke perut ibumu terus dilahirkan lagi apa terus jadi bisa beda? Seandainya aku anak orang kaya, seandainya aku anak pejabat, seandainya… Stop! Hormati apapun kondisi orang tua. Memilih orang tua yang melahirkan itu nggak logis! Terus contoh berikutnya iri dengan wajahnya Brad Pitt, or Angelina Jolie. Orang dari lahir juga udah cakep. Kalo maksa-maksain operasi pasti jadi aneh. Sebagai usaha boleh lah. Tapi kalo maksa-maksain ya jangan. Jadi intinya ikhtiar + tawakal. Usahalah sekeras mungkin pada segala apa yang kita bisa perbuat didalamnya. Diluar itu bersabarlah. Yakin saja, nasib selalu berpihak pada kita, dan tersenyumlah, semua itu ada waktunya.

TIGA: TUHAN MAHA KAYA

Misalnya undian memperebutkan hadiah utama. Kadang apa yang kita inginkan sama dengan yang orang lain inginkan, misal jumlahnya terbatas maka kita khawatir itu akan jatuh ke tangan orang lain, atau jika memang begitu, kita lantas kecewa. Disini lalu muncul pertanyaan, apakah kita tahu keinginan kita? Ya. Apa kita benar-benar tahu apa yang baik buat kita? Mungkin Ya, mungkin Tidak. Apakah Tuhan tahu apa yang baik buat kita? 100% Ya. Terus alam semesta punya siapa? Tuhan. Untuk siapa? Manusia. Jadi apakah kita akan selamaya tidak mendapat apa-apa? Nggak mungkin! Ini pertanyaan terakhir. Kalo orang lain dapat anugerah Tuhan, apakah anugerahnya terus bisa habis dan terus kita nggak kebagian? He..he.. Yang Maha Miskin itu Manusia, Tuhan Itu Maha Kaya…

by Bayu trimurti

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More