Visit Asy syifa 2012

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. ”(Ali Imran / 3 : 110)

Labelisasi Halal Obat dan Kosmetik

"Labelisasi Halal Obat dan Kosmetik Untuk Menjamin Mutu Produk Farmasi Indonesia yang Aman dan Berkualitas"

UKKI Asy Syifa Fakultas Farmasi Universitas Jember

"Remember Allah Always"

This is my Family

periode 2010/2011

This is my Family

periode 2010/2011

This is my Big Family

SKIFI Sentra Kerohanian Islam Farmasi Indonesia 2011

This is SUSPENSI

Suplement Pengetahuan Islam Farmasi

Kepengurusan 2011/2012

'' Yaa Robbi, kuatkanlah kami, rapatkan barisan kami, istiqomahkan kami... Semoga kami senantiasa terhimpun dalam 1 ikatan ukhuwah yang penuh dengan kehangatan dan kecintaan dari-Mu''

Minggu, 24 Juli 2011

10 Kesalahpahaman Manusia tentang Arti Sebuah Kesuksesan

Banyak orang berfikir bahwa kesuksesan adalah sesuatu yang terlalu idealis dan sulit dicapai kecuali oleh orang-orang yang pintar dan ber-IQ tinggi. Mendengar ini saya akan berada di barisan paling depan untuk mengatakan bahwa ini TIDAK BENAR. Anggapan ini tidak lebih hanya akan memenjarakan kita diruang yang sebenarnya tinggal selangkah lagi bagi kita untuk bisa masuk ruang KESUKSESAN kita sendiri. Setelah coba berfikir sejenak, yang menjadi persoalan tenyata bukan apapun ada selain mindset dan cara pandang kita yang seringkali “salah” dalam menerjemahkan dan memahami arti sebuah sukses. Kesalahpahaman tersebut antara lain sebagai berikut.

Kesalahpahaman I
Banyak orang berfikir bahwa orang sukses adalah mereka yang tidak pernah salah dalam setiap tindakannya. Atau dengan kata lain, dia selalu berhasil dan nyaris tidak pernah gagal.
Hal ini sangatlah tidak benar, karena sejatinya orang sukses adalah dia yang selalu belajar dan berusaha untuk tidak pernah berhenti menarik hikmah dari kesalahan dan kegagalan yang dialaminya. Dan dia tidak akan pernah merasa malu untuk itu.

Kesalahpahaman II
Sekian banyak orang berfikir bahwa sukses adalah orientasi kita terhadap tujuan atau hasil akhir.
Padahal, kesuksesan sejati ada saat kita lebih berorientasi pada proses, tidak semata pada hasil akhir.

Kesalahpahaman III
Banyak orang atau bahkan kita mahasiswa beranggapan bahwa sukses adalah saat kita mendapat IP/IPK cumlaude, tanpa pernah ada nilai C dalam transkrip kita dsb. (tanpa pernah kita mau memperhatikan keadaan sekeliling).
Padahal, menurut hemat saya sukses sejati adalah saat kita mendapat IP/IPK yang memuaskan (bisa jadi cumlaude) serta teman-teman/lingkungan disekeliling kita juga merasakan manfaat dari apa yang telah kita dapat tersebut. Ingatlah film three idiots yang mengajari kita bahwa sukses kita yang sebenarnya adalah saat kita membawa dan mengantarkan teman dan para sahabat kita untuk menuju titik suksesnya. Sembari kita juga berjalan menapaki jalan sukses kita sendiri.
Pandanglah nilai C/D/E bukan lagi sebagai aib melainkan lebih sebagai titik ledak sukses kita kedepan serta penumbuh dan pemelihara semangat perbaikan terhadap kondisi akademis yang telah ada.

Kesalahpahaman IV
Banyak orang berfikir bahwa orang yang dikatakan sukses adalah dia yang selalu berada pada kondisi ternyaman dalam hidupnya. Harta yang cukup, jabatan yang tinggi, posisi penting dalam organisasi, IPK yang selalu stabil dsb. Padahal sejatinya orang sukses adalah dia yang selalu mau menggali kekurangan yang ada pada dirinya disaat ketidakstabilan/ ketidaknyamanan tengah menimpa.  Dia akan lebih cenderung untuk selalu memperbaiki keadaan, daripada hanya sibuk menyalahkan keadaan yang sudah terjadi.

Kesalahpahaman V
Banyak dari kita beranggapan bahwa kita disebut sebagai orang sukses saat kita selalu dikelilingi oleh pujian-pujian atas keberhasilan kita.
Padahal, pujian seringkali tidak semakin menguatkan kita namun justru lebih sering melemahkan. Saya pribadi mengatakan bahwa lebih baik kita dikritik karena itu akan membangun kedewasaan kita daripada dipuji yang mana hanya akan membuat kita seperti “lilin”.

Kesalahpaman VI
Sering orang beranggapan bahwa sukses adalah ketentuan/taqdir, sehingga mustahil bagi kita yang memang “ditaqdirkan” untuk tidak sukses akan mendapat kesuksesan.
Mendengar ini, saya akan berteriak keras bahwa ‘sukses bukanlah ketentuan semata melainkan sebuah pilihan’. Pilihan yang telah Alloh SWT hamparkan dengan luas, bagi kita yang mau berfikir dan bertekad kuat untuk meraihnya.

Kesalahpahaman VII
Seringkali orang beranggapan orang yang selalu bertanya adalah dia yang tidak akan sukses.
Padahal bertanya tidak akan membuat kita bernilai  “bodoh” dimata orang lain melainkan akan selalu membuat hati kita merasa “rendah” akan apa yang telah kita capai.

Kesalahpahaman VIII
Banyak orang beranggapan bahwa orang sukses adalah dia yang banyak mendapat keuntungan dari setiap yang ia lakukan.
Padahal, sejatinya orang sukses adalah dia yang selalu mencoba untuk memberi “keuntungan” atau manfaat terhadap lingkungan disekelilingnya dengan sebaik mungkin.

Kesalahpahaman IX
Banyak orang mengira bahwa dengan menunda sesuatu maka keadaan akan menjadi lebih baik (lebih sukses).
Padahal, kenyatan yang terjadi justru sebaliknya (Betuk tidak?). Keadaan bukannya semakin membaik tapi justru semakin buruk.
Menunda suatu pekerjaan hanya akan mengurangi nilai kebaikan dari pekerjaan tersebut. Maka dari itu, jangan terbiasa menunda pekerjaan/tugas walau sekecil apapun tugas itu. Kalau kita tidak ingin kesuksesan ikut tertunda.

Kesalahpahaman X
Banyak dari orang menganggap orang yang menguasai banyak hal adalah orang yang sukses.
Padahal, sejatinya orang sukses justru bukan mereka yang pandai dalam banyak hal melainkan dia yang concern pada satu bidang saja serta berusaha untuk selalu fokus dan menjadi yang terbaik dibidang tersebut.

BERGERAKLAH MENUJU SUKSES, karena SUKSES BUKANLAH  HADIAH MELAINKAN BUAH DARI SEBUAH PERJUANGAN.

Syukron dan Salam sukses luar biasa...^_^

By bayu trimurti

Desain Jaket Asy Syifa



 by bayu trimukti

Dasar Tukang Obat !


Humor  Sehat

Pada suatu hari ada seorang penjual obat di trotoar yang memasang iklan bahwa obat yang djualnya bisa menyembuhkan 1000 macam penyakit.
Setelah melihat iklan yang dipasang itu, seorang ibu datang dan bertanya pada penjual obat , “Benar obat ini bisa menyembuhkan 1000 macam penyakit ?”. Maka sang penjual obat itu pun mencoba meyakinkan ibu itu dengan berkata, “Oh, tentu saja Bu, obat ini dijamin manjur dan akan menyembuhkan penyakit ibu dengan instan”.
Maka setelah terbujuk oleh penjual obat itu, ibu tersebut membeli obatnya. Setelah beberapa hari, ibu tersebut kembali pada penjual obat dan bertanya, “Bang, katanya obatmu bisa menyembuhkan 1000 macam penyakit, saya sudah meminum obatnya, tapi kok penyakit saya belum juga bisa sembuh ?”.
Lalu penjual obat itu dengan santunnya berkata,”Oh....mungkin penyakit ibu itu penyakit yang ke 1001, jadi sulit untuk bisa sembuh”.



by bayu trimurti

Rabu, 20 Juli 2011

Virus yang Bernama Al Asyq

MediaMuslim.Info - Virus yang bernama al isyq  (cinta), ternyata telah memakan banyak korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja nekad bunuh diri disebabkan putus cinta atau tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qeis yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama menggembala domba sewaktu kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika Laila dipersunting oleh pria lain.

Ibnul Qayyim berkata, “Gejolak cinta merupakan jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus disebabkan berbeda dengan penyakit lain, baik dari segi bentuk, penyebab, maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.”
Alloh Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan penyakit ini dalam Al Qur’an tentang dua tipe manusia, pertama, wanita dan kedua, kaum homoseks yang cinta kepada mardan (anak laki-laki yang rupawan).

Alloh Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang istri Al Azis (Gubernur Mesir) yang mencintai Nabi Yusuf Alaihis Salam, dan menimpa kaum Luth Alaihis Salam. Alloh mengisahkan kedatangan malaikat ke negeri Luth Alaihis Salam, yang artinya: “Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Alloh dan janganlah membuat aku terhina.” Mereka berkata, “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” Luth berkata, “Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat secara yang halal).” (Alloh berfirman), “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang–ambing di dalam kemabukan (kesesatan).”  (QS: Al Hijr: 67-72).

KRITERIA MANUSIA YANG BERPOTENSI TERJANGKIT PENYAKIT AL ISYQ
Penyakit al isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahabbah (cinta) kepada Alloh, selalu berpaling dari-Nya dan dipenuhi kecintaan kepada selain-Nya. Hati yang penuh cinta kepada Alloh dan rindu bertemu dengan-Nya pasti kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf Alaihis Salam. “Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih….” (QS: Yusuf: 24).

Nyatalah bahwa ikhlas merupakan immunisasi manjur yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya, berupa perbuatan jelek dan keji. Artinya, memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu.

Berkata ulama terdahulu yang sholeh, “Penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai ibu Nabi Musa Alaihis Salam, yang artinya: “Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa Alaihis Salam. Sesungguhnya ia hampir menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak kami teguhkan hatinya. Supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Alloh).” (QS Al Qashas : 10).

Yakni kosong dari segala sesuatu, kecuali Musa; karena sangat cintanya kepada Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa

BAGAIMANA VIRUS INI BISA BERJANGKIT?
Penyakit al isyq terjadi karena dua sebab. Pertama, karena menganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua, perasaan ingin memiliki apa yang dicintai. Jika salah satu  dari dua faktor ini tak ada, niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.

(Sumber Rujukan: Zadul Ma’ad,  Ibnul Qayyim)

by nina wijiani

Waktu yang Terlupa


Berikut sedikit ringkasan hasil general audit atas umur kita, tinggal pilih opini masing2, bisa unqulified,adverse atau bahkan disclaimer.  

 Waktu yang terlupa menabur bencana  

Distribusi normal manusia meninggal dunia (tahun)
 
Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (mayoritas)

Pukul rata manusia meninggal ± 65 th

"Baligh:
Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia"

Laki-laki Baligh ± 15 tahun
Wanita Baligh ± 12 tahun

Usia
Yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus :

MATI-BALIGH= 65-15 = 50 tahun

waktu dalam satu hari:
12 jam siang hari
12 jam malam hari

24 jam satuhari satumalam
 
Gambaran kotornya:
Mari kita tela'ah bersama………


Waktu kita tidur
± 8 jam/hari
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam =16 tahun7 bulan…………di bulatkan jadi waktu tidur kita 17 tahun


Logikanya:
Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur  dari dunia untuk selamanya………………………

Catatan
: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor bisa jadi 12 jam/hari =25 tahun habis tertidur. Hati-hati dengan penyakit "TUMOR"

Waktu aktivitas kita di siang hari
± 12 jam

Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas:18250 hari x12 jam=219000 jam= waktu kita di siang hari 25 tahun



Aktivitas disiang hari:
Ada yang bekerja, atau bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling…dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain……..

Waktu aktivitas santai atau rilexsasi
± 4 jam

Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = waktu kita santai 8 tahun

Realisasi rileksasi:
biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan……

 
17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun   Plus plos/Balance

Tidur……Ngelembur…Nganggur


LALU KAPAN IBADAHNYA?


Padahal manusia diciptakan-Nya  tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepada-Nya, karena satu hal yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki ILLAHI..

" Maut datang menjemput tak pernah bersahut

Malaikat datang menuntut untuk merenggut

Manusia tak kuasa untuk berbicara
Tuhan Maha Kuasa atas Syurga dan Neraka"

MEMANG BENAR
kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya  untuk ibadah, lawong kita mah kuliah mau nyari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah……………………


MEMANG BENAR
Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Orang kita bekerja sikut sana sikut sini, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang…..  

"jarang orang menolak untuk di puji dan di puja tatkala mereka berjaya "

Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi sayang hanya sekedar pernah……………

Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia…….

LALU KAPAN IBADAHNYA?


Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup
………..
Karena kita pikir; sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu syurga………
Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita..


Berapa sholat kita dalam 50 tahun?

1x sholat =
± 10 menit …..5x sholat ± 1 jam
Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat=18250 hari x I jam =18250 jam= waktu kita sholat 2 tahun


Kesimpulan:

waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat…………   2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita….itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan di terima..Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun; dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa…………………………



Logika dari logikanya:

Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian……………………
Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana…………………….


Solusi:

Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat!

Ingat Akhirat!

 
by nina wijiani

All About Woman




1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab beliau, “Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.

2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya.Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.

7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnyaseumpama orang yang sentiasa menangis karena takutkan Allah dan orang yang takutkan Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

8. Barangsiapa membawa hadiah, (baik makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.

9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

10. Wanita yang solehah itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.

11. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.

12. Aisyah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab rasulullah, “Suaminya. “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah, “Ibunya”.

13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan- ikan di laut,burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.

15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

16.Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.

17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.

18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.

19. Daripada Aisyah r.a. Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.

by nina wijiani

Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub

Diringkas dari majalah As Sunah Edisi 04/Th.IV/1420-2000, oleh Ummu ‘Athiyah
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar

Haid adalah salah satu najis yang menghalangi wanita untuk melaksanakan ibadah sholat dan puasa (pembahasan mengenai hukum-hukum seputar haidh telah disebutkan dalam beberapa edisi yang lalu), maka setelah selesai haidh kita harus bersuci dengan cara yang lebih dikenal dengan sebutan mandi haid.

Agar ibadah kita diterima Allah maka dalam melaksanakan salah satu ajaran islam ini, kita harus melaksanakannya sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan Rasulullah telah menyebutkan tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Asma’ binti Syakal Radhiyallahu ‘Anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang mandi haidh, maka beliau bersabda:

تَأْخُذُإِحْدَا كُنَّ مَائَهَا وَسِدْرَهَا فَتََطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ أوْ تَبْلِغُ فِي الطُّهُورِ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُُهُ دَلْكًا شَدِ يْدًا حَتََّى تَبْلِغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا المَاءَ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطْهُرُ بِهَا قَالَتْ أسْمَاءُ كَيْفَ أتََطَهَّرُبِهَا قَالَ سُبْحَانَ الله ِتَطَهُّرِي بِهَا قَالَتْْ عَائِشَةُ كَأنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ تَتَبَّعِي بِهَا أثَرَالدَّمِ

“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”“

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang mandi dari haid. Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, beliau bersabda:

تَأْخُذُ فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهُّرُ بِهَا قَالَتْ كَيْفَ أَتَطَهُّرُ بِهَاقَالَ تَطَهَّرِي بِهَاسُبْحَانَ اللهِ.قَالَتْ عَائِشَةُ وَاجْتَذَبْتُهَا إِلَيَّ فَقُلْتُ تَتَبْعِي بِهَاأَثَرَا لدَّمِ

“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: “Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya(potongan kain/kapas).”(HR. Muslim: 332)

An-Nawawi rahimahullah berkata (1/628): “Jumhur ulama berkata (bekas darah) adalah farji (kemaluan).” Beliau berkata (1/627): “Diantara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farjinya setelah selesai mandi, hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam an-Nisaa’: 117 juz: 1).

Syaikh Mushthafa Al-’Adawy berkata:“Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haidh baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak.Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya-bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib-tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam An-Nisaa’ hal: 121-122 juz: 1 cet: Daar As-Sunah).

Maka wajib bagi wanita apabila telah bersih dari haidh untuk mandi dengan membersihkan seluruh anggota badan; minimal dengan menyiramkan air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya; dan yang lebih utama adalah dengan tata cara mandi yang terdapat dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ringkasnya sebagai berikut:

  1. Wanita tersebut mengambil air dan sabunnya, kemudian berwudhu’ dan membaguskan wudhu’nya.

  1. Menyiramkan air ke atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air dapat sampai pada tempat tumbuhnya rambut. Dalam hal ini tidak wajib baginya untuk menguraikan jalinan rambut kecuali apabila dengan menguraikan jalinan akan dapat membantu sampainya air ke tempat tumbuhnya rambut (kulit kepala).

  1. Menyiramkan air ke badannya.

  1. Mengambil secarik kain atau kapas(atau semisalnya) lalu diberi minyak wangi kasturi atau semisalnya kemudian mengusap bekas darah (farji) dengannya.



TATA CARA MANDI JUNUB BAGI WANITA

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata:

كُنَّاإِذَأَصَابَتْ إِحْدَانَاجَنَابَةٌأَخَذَتْ بِيَدَيْهَاثَلَاثًافَوْقَ رَأْسَهَا ثُمَََّ تَأْخُذُ بِيَدِهَا عَلَى شِقِّهَاالْأيَْمَنِ وَبِيَدِهَااْلأُخْرَى عََََلَى شِقِّهَااْلأ يْسَرِ

“Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang diantara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.” (Hadits Shahih riwayat Bukhari: 277 dan Abu Dawud: 253)

Seorang wanita tidak wajib menguraikan (melepaskan) jalinan rambutnya ketika mandi karena junub, berdasarkan hadits berikut:

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata:

قُاْتُ ياَرَسُولَ اللهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَرَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ الْجَنَابَةِ؟ قَالَ:لاَإِنَّمَايَكْفِيْكِ أَنْ تَحْثِيْنَ عَلَى رَأْسِكِ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ مِنْ مَاءٍثُمََّ تُفِيْضِيْنَ عَلَى سَائِرِ جَسَادِكِ الماَءَ فَتَطْهُرِيْن

Aku (Ummu Salamah) berkata: “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita, aku menguatkan jalinan rambutku, maka apakah aku harus menguraikannya untuk mandi karena junub?” Beliau bersabda: “Tidak, cukup bagimu menuangkan air ke atas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci.” (Hadits Shahih riwayat Muslim, Abu Dawud: 251, an-Nasaai: 1/131, Tirmidzi:1/176, hadits: 105 dan dia berkata: “Hadits Hasan shahih,” Ibnu Majah: 603)

Ringkasan tentang mandi junub bagi wanita adalah:

1. Seorang wanita mengambil airnya, kemudian berwudhu dan membaguskan wudhu’nya (dimulai dengan bagian yang kanan).
2. Menyiramkan air ke atas kepalanya tiga kali.
3. Menggosok-gosok kepalanya sehingga air sampai pada pangkal rambutnya.
4. Mengguyurkan air ke badan dimulai dengan bagian yang kanan kemudian bagian yang kiri.
5. Tidak wajib membuka jalinan rambut ketika mandi.

Tata cara mandi yang disebutkan itu tidaklah wajib, akan tetapi disukai karena diambil dari sejumlah hadits-hadits Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Apabila dia mengurangi tata cara mandi sebagaimana yang disebutkan, dengan syarat air mengenai (menyirami) seluruh badannya, maka hal itu telah mencukupinya. Wallahu A’lam bish-shawab.

***

Artikel www.muslimah.or.id

by nina wijiani

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More